Selasa, 02 Maret 2010

INilah yang dilihat orang yang BUNUH DIRI

Saat aku meloncat dari gedung
Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.


Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt.9


Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya.


Di lt.7 Novi sedang minum obat anti depresi.



Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari


di lt.5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya



di lt.4 Rosa bertengkar lagi dengan pacarnya.


Di lt.3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya


Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu


Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang


Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri


Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk



Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku…



Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.


“Be grateful for whoever you are….coz if u compare it to others, u’ll be suprised of their secret life “

“Bersyukurlah atas dirimu apa adanya… karena bila kamu membandingkan dengan orang lain, kamu akan “terkejut” dengan rahasia hidup mereka”
Dan..

Cintailah dirimu, walaupun seberapa berat masalah yang menimpamu. Kamu tetaplah berharga . dan Kamu bisa menjadi apa yang kamu mau jika kamu berusaha terus tanpa menyerah.

kamu dapat menyumbangkan diri kamu jika kamu merasa tidak ada gunanya lagi, untuk memberikan manfaat bagi umat manusia . Kamu bisa menjadi sumber inspirasi bagi mereka yang membutuhkannya.

Semoga semua makhluk hidup berbahagia…...

3 komentar:

  1. Namo Buddhaya.
    Cerita bergambar ini sungguh bermakna dan sekiranya dapat menyadarkan semua orang tentang begitu berharganya nyawa manusia apalagi nyawa kita sendiri.
    Semua masalah tentu saja ada jalan keluarnya.

    Dalam kesempatan ini, saya juga meminta izin kpd saudara Edison agar cerita ini bisa saya share kepada teman-teman saya yg lain.
    Terimakasih.
    Sadhu3x...

    BalasHapus
  2. Augustini Lie Sundari18 Maret 2010 pukul 18.44

    Namo Buddhaya...^^
    Yup, bermakna n bermanfaat banget..
    Sungguh sulit terlahir sebagai manusia. So, jangan sia sia kan hidup. Lakukan kebajikan selagi kita bernafas.

    Semoga semua berbahagia^^
    Sadhu...Sadhu...Sadhu...

    BalasHapus
  3. Namo Buddhaya..
    Cerita yang bermakna.. Padat berisi.. Memotivasi pembaca utk tetap tegar..
    Ijin share utk teman fb yg lain y..?!

    BalasHapus

Mohon untuk menghindari mengunakan kata - kata yang tidak sopan, anumodana